
Sampang, DJDEVELOPER.co.id – Kabar baik menghampiri para Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, yang selama ini masih berjuang dengan tunjangan yang belum memadai.
Plt Sekretaris Disdik Sampang, Dewi Trisna, mengungkapkan langkah konkret yang tengah diambil oleh pihaknya. Saat ini, Disdik Sampang sedang intensif merancang dan memproses surat permohonan yang akan ditujukan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Surat ini berisi usulan agar sebagian dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat dialokasikan untuk menambah tunjangan bagi guru PPPK paruh waktu.
"Kami sangat memahami kondisi yang dialami oleh para guru PPPK paruh waktu di Sampang. Oleh karena itu, kami sedang mengupayakan berbagai cara untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Salah satunya adalah dengan mengirimkan surat resmi kepada Kementerian terkait, yang di dalamnya kami sampaikan permasalahan tunjangan guru PPPK yang ada di Sampang," terang Dewi Trisna kepada Media, pada hari Sabtu (14/02/2026).
Dewi menyadari bahwa secara regulasi, status PPPK sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) memang menimbulkan konsekuensi, salah satunya adalah tidak diperkenankannya menerima tunjangan yang bersumber dari dana BOS. Namun, Disdik Sampang melihat bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi penghalang utama dalam memberikan tunjangan yang layak bagi para guru PPPK paruh waktu. Oleh karena itu, mereka berupaya mencari solusi yang inovatif agar dana BOS dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang mulia ini.
Lebih lanjut, Dewi meyakini bahwa permasalahan keterbatasan anggaran daerah yang berdampak pada kesejahteraan guru PPPK paruh waktu bukanlah isu lokal yang hanya terjadi di Kabupaten Sampang. Ia menduga, banyak daerah lain di seluruh Indonesia yang mengalami masalah serupa, di mana pemerintah daerah tidak mampu memberikan tunjangan yang sesuai dengan harapan para guru.
"Kami akan berupaya sekuat tenaga, mengerahkan segala daya dan upaya yang kami miliki untuk memperjuangkan aspirasi para guru PPPK di Sampang. Kami sangat berharap, nantinya akan ada kebijakan yang solutif dari pemerintah pusat, yang dapat memberikan angin segar bagi para guru PPPK paruh waktu di seluruh Indonesia," pungkasnya dengan nada penuh harap.
Langkah yang diambil oleh Disdik Sampang ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan kesejahteraan para guru PPPK paruh waktu dapat segera ditingkatkan, sehingga mereka dapat lebih fokus dan bersemangat dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi penerus bangsa.
#Redaksi