- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

PENCURIAN JUTAAN RUPIAH DI RUANG VVIP PENDOPO SAMPANG – KORBAN DUGA KOLUSI PETUGAS, PENGUSUTAN DIPERSULIT DENGAN INFORMASI RANCU

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-24T06:15:45Z
Panitia acara Gebyar Pendidikan, inisial N, kehilangan jutaan rupiah dari tas yang disimpan di Ruang VVIP Pendopo Sampang saat acara berlangsung Minggu 17 Mei 2026. Korban menduga pelaku bukan orang luar karena ruang tersebut hanya bisa diakses pengelola Pendopo dan panitia. Ia juga menuding ada kolusi petugas setelah mendapat jawaban kontradiktif soal CCTV - ada yang bilang rusak, ada yang bilang normal tapi tak bisa diakses.  Laporan resmi baru dibuat 23 Mei 2026. Kabag Umum Pendopo Revelino Dias Steny mengaku sedang di Jakarta dan menyarankan korban hubungi Dinas Perhubungan, meski sistem CCTV tidak terintegrasi. Korban menuntut pelaku ditindak tegas dan menyayangkan proses penyelidikan yang dianggap dipersulit.

SAMPANG, DJDEVELOPER.co.id – Sebuah kasus pencurian senilai jutaan rupiah terjadi di Ruang VVIP Pendopo Kabupaten Sampang pada acara Gebyar Pendidikan yang diselenggarakan Cendekiawan Muda Sampang (CMS) pada Minggu (17/5/2026). Kejadian baru dilaporkan enam hari kemudian, pada Sabtu (23/5/2026), dan menimbulkan pertanyaan besar terkait keamanan serta integritas di lingkungan pemerintahan daerah yang seharusnya menjadi contoh keamanan bagi masyarakat.

Korban berinisial N, salah satu panitia acara, menyimpan uang di tas pribadinya yang ditinggalkan di ruang peringgitan khusus Ruang VVIP. Acara yang ramai membuat seluruh panitia terlibat penuh dalam tugas masing-masing, sehingga tidak ada pengawasan khusus terhadap barang-barang pribadi.

"Pelaku bukan orang luar, tamu, atau peserta acara. Ruang itu hanya bisa dimasuki pihak Pendopo dan panitia, sementara kami semua sibuk dengan acara," tegas korban.

Korban menduga adanya kolusi antar petugas Pendopo, mengacu pada jawaban yang tidak konsisten dan tampak saling melindungi. "Jawaban mereka satu sama lain berbeda – sangat mencurigakan. Pasti ada yang berkongkalikong," ujarnya.

Korban baru menyadari uangnya hilang setelah pulang, dan merasa mengalami hambatan saat mencoba mengusut kasus ini. Informasi yang diberikan petugas justru semakin membuat kabur.

"Saat melaporkan, satu petugas bilang CCTV tidak berfungsi, tapi yang lain menyatakan CCTV berjalan tapi mereka tidak punya akses. Ini jelas tidak masuk akal," ungkap korban.

Revelino Dias Steny, Kabag Umum dan Penanggung Jawab Pendopo Bupati Sampang, ketika dihubungi menyatakan bahwa dirinya sedang berada di Jakarta selama satu minggu dan belum bisa menangani kasus ini secara langsung. Ia malah mengarahkan korban untuk menghubungi Dinas Perhubungan, dengan alasan mungkin ada akses rekaman meskipun dinyatakan tidak terkoneksi secara langsung.

Kasus ini menjadi sorotan karena lokasi kejadian adalah ruang dengan akses terbatas yang seharusnya terjamin keamanannya. Korban menegaskan permintaan agar pelaku segera ditangkap dan sistem keamanan di Pendopo diperbaiki.

"Sangat kecewa – kejadian ini bisa terjadi di lingkungan pemerintahan. Bahkan pengusutannya dipersulit, seolah petugas tidak mau menangani atau ada yang melindungi pelaku. Tanggapan Kabag Umum juga tidak menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan kasus ini," pungkas korban.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan, meskipun berada di tempat yang dianggap aman.


Penulis : Sal

×
Berita Terbaru Update