Sulawesi Utara – Liputan12.com – Instruksi tegas Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang menyerukan militansi, solidaritas, dan regenerasi politik sebagai fondasi perubahan, rupanya tidak sesuai dengan realitas yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara. Beberapa waktu lalu, Surya Paloh dengan tegas menyatakan bahwa Partai NasDem harus menjadi wahana perubahan yang mengedepankan kader gigih dan memberi ruang seluas-luasnya kepada generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), sebagai ujung tombak dalam menjaga peradaban dan daya saing bangsa.
"Bangsa ini tak boleh lagi hanya menggantungkan harapan pada generasi tua yang sudah usia lanjut," tegas Surya Paloh dalam temu kader yang digelar beberapa waktu lalu.
Namun, langkah yang diambil oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Utara dinilai justru berlawanan arah bahkan dianggap telah melampaui kewenangan yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem.
Viktor Mailangkay Dituding Melampaui Kewenangan, Lakukan Penunjukan Sepihak
Viktor Mailangkay, Ketua DPW NasDem Sulut, menjadi sorotan setelah melakukan tindakan yang dinilai provokatif dengan menunjuk kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Sitaro tanpa mematuhi edaran resmi dari DPP terkait mekanisme kepengurusan di tingkat daerah. Ia juga disinyalir telah memanfaatkan posisinya sebagai pejabat teras partai di Sulut untuk bertindak di luar koridor aturan yang telah ditetapkan.
Alih-alih menggarap dan mencetak kader muda dari Gen Z seperti yang telah diperintahkan oleh Ketua Umum, Viktor justru dituding melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai dengan menunjuk pengurus Plt baru secara sepihak tanpa mandat resmi dari DPP. Lebih mengejutkan lagi, calon kandidat yang ditunjuk bahkan merupakan orang lansia dengan usia di atas 70 tahun, yang jelas tidak sejalan dengan arahan regenerasi yang digariskan secara nasional.
Fakta yang semakin mengkhawatirkan, proses penyusunan struktur kepengurusan DPD NasDem Sitaro tersebut dilakukan bukan di sekretariat partai NasDem, melainkan di Sekretariat DPD Partai Perindo Kabupaten Sitaro. Acara tersebut bahkan disaksikan langsung oleh Ketua DPD Partai Perindo Sitaro Joutje Luntungan, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Sitaro. Sejumlah pengurus DPD NasDem turut hadir setelah diundang oleh Ketua Fraksi NasDem DPRD Sitaro.
Konfirmasi terkait hal ini langsung dilayangkan kepada Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Sitaro, Harto Narasiang, yang mengungkapkan kekhawatirannya. "Kami menduga bahwa ketua DPD Sitaro partai NasDem yang ditunjuk, hanya akan dijadikan boneka oleh partai lain untuk kepentingan tertentu," ujarnya.
Selain dinilai melanggar prosedur organisasi, Viktor juga dituding telah mengabaikan semangat regenerasi yang selama ini menjadi fokus utama partai. Ia disebut telah mengesampingkan potensi Gen Z yang selama ini menjadi harapan utama untuk membawa perubahan bagi Partai NasDem, malah justru memilih menunjuk personel dengan usia lanjut. Sikap ini telah memicu kecaman yang cukup keras dari berbagai elemen internal partai NasDem.
Richard Baliung: Keberadaan Viktor Harus Dipertimbangkan Ulang
Richard Baliung, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) NasDem, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan Viktor Mailangkay menunjukkan bahwa ia tidak memahami aturan partai dan bahkan tidak sejalan dengan visi besar yang telah digariskan oleh Ketua Umum Surya Paloh.
"Keberadaan Viktor Mailangkay sebagai Ketua DPW Sulut harus dipertimbangkan ulang oleh DPP. Tindakan yang dilakukan saat ini berpotensi sangat besar merusak masa depan Partai NasDem, terutama dalam upaya untuk menjaga kredibilitas sebagai partai perubahan," tegas Richard dengan nada yang tegas.
Menurutnya, prinsip dasar Partai NasDem sebagai partai yang mengusung semangat perubahan dan regenerasi sudah sangat jelas, sehingga tidak ada ruang bagi kepengurusan yang menabrak aturan apalagi jika dilakukan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
"Surya Paloh sudah secara tegas mengingatkan seluruh jajaran partai, bahwa NasDem harus tetap solid dan menyatu, mengusung semangat muda yang cerdas dan energik demi membawa Indonesia melangkah maju tanpa kompromi terhadap praktik politik lama," tambahnya.
Gen Z Jadi Kunci Nasdem Tetap Relevan
Alasan mengapa Partai NasDem sangat memprioritaskan program regenerasi telah sangat jelas ditegaskan oleh Ketua Umum partai. Kelebihan utama Gen Z terletak pada pemahaman yang mendalam terhadap dunia digital dan media sosial, yang bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk melawan penyebaran berita bohong (hoaks), meningkatkan narasi perubahan, serta menjangkau pemilih pemula dengan cara yang efektif. Satu konten kreatif yang dibuat oleh Gen Z bisa menjangkau jutaan orang tanpa membutuhkan biaya yang besar.
Gen Z juga dikenal sebagai generasi yang kritis, tidak takut untuk berbeda pendapat, serta berani bersuara menolak praktik politik lama yang bersifat transaksional. Mereka juga terus menuntut transparansi dan akuntabilitas dari setiap langkah kepemimpinan. Generasi muda partai NasDem yang solutif dan inovatif diharapkan bisa menjadi kader yang membawa gagasan baru ke parlemen, bukan sekadar mengikuti arus dan praktik lama. Selain itu, mereka juga berperan sebagai jembatan yang efektif untuk menjangkau komunitas kampus maupun berbagai komunitas masyarakat muda lainnya.
Selain itu, Gen Z memiliki semangat militansi yang tinggi tanpa beban masa lalu, karena mereka belum terkontaminasi oleh praktik politik transaksional yang seringkali menjadi masalah di partai-partai lama. Idealismenya yang masih tinggi terkait isu anti korupsi dan meritokrasi menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan untuk membawa perubahan yang nyata. Secara keseluruhan, Gen Z dinilai sebagai kunci utama agar Partai NasDem tetap relevan dan mampu meraih kemenangan pada periode politik 2024-2029 ke depan.
Hingga saat berita ini diterbitkan, pihak DPW NasDem Sulut belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan pelanggaran AD/ART serta pelantikan yang dilakukan di sekretariat partai lain. Saat ini, DPP NasDem berada pada titik krusial: harus mengambil langkah tegas untuk menjaga martabat dan konsistensi partai, atau membiarkan kasus di Sulut menjadi preseden buruk yang dapat mengikis kredibilitas instruksi regenerasi yang telah digariskan secara nasional.
Penulis: JeEv
