- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tips Puasa Sehat Ala Ahli Gizi RSUD Sampang: Kunci Gizi Seimbang Agar Tak Mudah Lemas di Bulan Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T13:34:05Z
Anitha Carolina, S.Gz, Kepala Instalasi Gizi RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang


SampangDJDEVELOPER.co.id - Bulan Ramadan menjadi momen spesial bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah. Namun, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama berpuasa juga tak kalah penting. Anitha Carolina, S.Gz., Kepala Instalasi Gizi RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang, membagikan tips penting tentang gizi seimbang selama Ramadan agar tubuh tetap sehat, bertenaga, dan ibadah puasa dapat dijalankan dengan optimal.

Anitha menekankan bahwa pengaturan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka menjadi kunci utama agar tubuh tidak mudah lemas selama kurang lebih 13 jam menahan lapar dan haus. Keseimbangan gizi harus diperhatikan agar tubuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

 

Sahur: Fondasi Energi untuk Seharian

Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting karena berfungsi sebagai sumber energi dan cadangan cairan sepanjang hari. Anitha menyarankan agar menu sahur mengandung karbohidrat kompleks seperti beras merah, oatmeal, atau roti gandum agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

"Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga memberikan energi yang stabil sepanjang hari," jelasnya.

Selain karbohidrat, asupan protein dan serat juga wajib dipenuhi melalui konsumsi telur, ikan, ayam, tempe, tahu, sayur, serta buah-buahan. Kombinasi ini membantu menjaga daya tahan tubuh dan kestabilan energi. Anitha mengingatkan untuk menghindari makanan yang terlalu asin atau berminyak seperti gorengan karena bisa memicu rasa haus dan membuat tubuh cepat lemas.

"Makanan terlalu asin dapat menarik cairan dari tubuh, sementara makanan berminyak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup saat sahur.

 

Berbuka: Kembalikan Energi Secara Bertahap

Saat berbuka puasa, Anitha menganjurkan untuk tidak langsung makan dalam porsi besar. Sebaiknya, awali dengan makanan manis alami seperti kurma atau buah-buahan untuk membantu menaikkan kadar gula darah secara perlahan.

"Kurma dan buah-buahan mengandung glukosa dan fruktosa yang mudah diserap oleh tubuh, sehingga dapat dengan cepat mengembalikan energi," terangnya.

Minum air putih hangat lebih disarankan dibandingkan minuman dingin atau es saat pertama kali berbuka. Setelah itu, konsumsi makanan berat secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan zat gizi agar tubuh tidak terlalu cepat merasa kenyang berlebihan, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa tidak nyaman. Anitha menambahkan, penting juga untuk memperhatikan waktu makan agar tidak langsung konsumsi berlebih, tetapi secara bertahap mulai dari makanan yang ringan kemudian diikuti makanan utama secara perlahan.

 

Pentingnya Mengatur Cairan dan Camilan Sehat

Selain memperhatikan porsi dan jenis makanan, pengaturan cairan juga sangat penting selama Ramadan. Anitha menyarankan untuk menerapkan pola konsumsi cairan 2-4-2, yaitu:

- 2 gelas saat berbuka,

- 4 gelas di malam hari atau setelah tarawih,

- 2 gelas saat sahur.

Polanya membantu menjaga hidrasi tubuh secara optimal dan mencegah dehidrasi serta kekurangan cairan yang umum terjadi selama puasa.

Selain cairan utama, camilan sehat seperti kacang-kacangan, yogurt, dan buah-buahan segar bisa dikonsumsi di sela waktu berbuka dan sahur. Camilan sehat ini membantu menjaga kestabilan energi dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.

 

Menjaga Keseimbangan Hidup dan Aktivitas Fisik

Tidak hanya pola makan, aktivitas fisik yang seimbang juga berperan penting selama Ramadan. Anitha menghimbau masyarakat untuk mengatur waktu istirahat cukup dan melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga setelah berbuka. Aktifitas ini membantu memperlancar pencernaan, menjaga kebugaran, serta mencegah kelelahan berlebihan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh masing-masing dan menghindari aktivitas berat saat siang hari. Pengaturan pola hidup yang sehat dan seimbang menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum tidak hanya untuk beribadah secara spiritual, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh.


Penutup: Puasa Sehat, Ibadah Lebih Bermakna

Anitha Carolina menegaskan, dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, pengaturan pola cairan, serta menjalankan gaya hidup aktif dan istirahat yang cukup, puasa bisa dijalani dengan lancar tanpa merasa kelelahan atau lemas. "Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momentum menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup," pungkasnya. Semoga tips ini membantu masyarakat menjalani Ramadan yang sehat, penuh keberkahan, dan bermanfaat untuk seluruh aspek kehidupan.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update