- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

China Tegas Dukung Mojtaba Khamenei Sebagai Pemimpin Baru Iran, Serukan Penghormatan Kedaulatan di Tengah Eskalasi Ancaman AS dan Israel

Senin, 09 Maret 2026 | Maret 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-09T19:05:19Z

Jakarta, DJDEVELOPER.co.id – Dalam perkembangan politik yang sangat dinamis menyusul meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Pemerintah China secara resmi mengambil sikap yang tegas dan jelas. Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, Beijing menyampaikan dukungan penuh atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pengganti dalam posisi paling strategis di Iran. Pernyataan tersebut sekaligus merupakan peringatan keras kepada pihak-pihak manapun, khususnya Amerika Serikat dan Israel, agar menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Iran serta menghindari segala bentuk campur tangan yang dapat memperkeruh situasi.

Menurut Guo Jiakun, proses penunjukan Mojtaba Khamenei sepenuhnya bersifat internal dan berjalan sesuai konstitusi Iran. “Keputusan yang diambil ini adalah hak sah Pemerintah dan rakyat Iran berdasar hukum dan aturan dalam negeri mereka. Kami mengimbau agar tidak ada pihak luar yang mencoba untuk mengintervensi urusan domestik Iran tersebut,” tegas Guo dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (9/3/2026).

Pernyataan tersebut tak lepas dari meningkatnya ketegangan pasca serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah lokasi di Iran dalam beberapa hari terakhir. Kematian Ali Khamenei dalam serangan tersebut memicu gelombang emosi nasional dan pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai suksesor menjadi babak baru dalam dinamika kekuasaan di Teheran. Militer Israel bahkan sempat mengeluarkan ancaman terang-terangan kepada siapa saja yang menggantikan Ali Khamenei, menimbulkan kekhawatiran global akan eskalasi konflik berskala luas di kawasan Timur Tengah.

Beijing mengecam keras sikap dan pernyataan tersebut karena dianggap berpotensi memperburuk situasi dan memicu ketegangan yang tidak dibutuhkan di wilayah yang sudah sangat rawan. Guo Jiakun menegaskan, “China menolak segala bentuk intervensi dan ancaman yang mengancam stabilitas regional. Kami menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi yang damai sebagai solusi utama.”

Ketegangan yang mengemuka membuat kawasan Timur Tengah berada dalam titik rawan konflik besar. Iran sudah melontarkan aksi balasan berupa serangan rudal dan pesawat tanpa awak ke wilayah Israel serta daerah-daerah di Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat. Potensi meluasnya konflik ini mengundang perhatian dan kecemasan dunia internasional karena risiko dampaknya yang sangat besar terhadap keamanan dan stabilitas global.

Dalam konteks geopolitik ini, China mengulangi komitmennya teguh pada prinsip-prinsip hukum internasional, menolak dengan tegas segala campur tangan yang tidak sah, dan mendukung kedaulatan serta kemerdekaan negara-negara sebagai fondasi perdamaian dunia. Sikap China yang penuh kewaspadaan ini menjadi indikasi peran strategisnya dalam menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan sekaligus memastikan persaingan kekuatan global berjalan dengan cara-cara yang tidak melahirkan konfrontasi berbahaya.

Selain mendukung Mojtaba Khamenei secara politik dan diplomatik, Beijing juga turut memperingatkan bahwa situasi ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk belajar dari sejarah agar tidak terjebak dalam konflik berkepanjangan. China menyerukan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama sebagai satu-satunya jalan keluar yang rasional dan berprinsip demi masa depan kawasan dan dunia yang lebih aman.

“Dalam dunia yang saling terhubung dan saling bergantung, keamanan dan kesejahteraan global adalah tanggung jawab bersama. Mari kita junjung tinggi rasa saling menghormati dan jaga perdamaian agar ketegangan ini tidak berubah menjadi bencana yang sulit dikendalikan,” demikian pesan akhirnya.

Melalui pernyataan dan sikap ini, China menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama dunia yang turut menjaga ketertiban global dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara serta penyelesaian damai dalam konflik internasional.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update